Wujudkan Pemilu Inklusif, KPU Banjarnegara Edukasi Pemilih Pemula di SLB Negeri Banjarnegara
BANJARNEGARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pesta demokrasi yang inklusif dan ramah disabilitas. Hal ini dibuktikan melalui gelaran kegiatan Pendidikan Pemilih Pemula bagi Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banjarnegara, Kamis (16/7/2026).
Anggota KPU Kabupaten Banjarnegara Castro Suwito, menyampaikan pemilu adalah proses demokratis di mana warga negara menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat. Keterbatasan fisik atau mental bukan pembatas. “Satu suara dari pemilih disabilitas memiliki bobot dan nilai yang sama kuatnya dengan pemilih lain dalam menentukan arah masa depan bangsa,” katanya.
Materi disampaikan dengan metode yang mudah dipahami. Pada kesempatan itu, Castro mengupas tentang esensi pemilu, tahapan pemilu, hingga tata cara pemungutan suara di TPS.
Di tengah paparan, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para siswa melalui sesi tanya jawab. Salah satu momen menarik terjadi ketika Maulana, seorang siswa SLB Negeri Banjarnegara, melontarkan pertanyaan. “Apakah money politic (politik uang) itu boleh dilakukan, karena saya melihat itu terjadi pada Pemilu lalu?” tanya Maulana dalam bahasa isyarat.
Menyikapi pertanyaan kritis tersebut, Castro langsung memberikan penjelasan edukatif sekaligus pesan kepada seluruh pemilih pemula yang hadir agar tidak tergiur oleh praktik politik uang. Politik uang dapat menciderai proses demokrasi sehingga harus ditolak. "Jangan gadaikan hak kalian dengan iming-iming dari orang lain. Suara kalian sangat berharga, tidak ternilai dengan uang," tegas Castro.
Di sesi akhir, KPU Banjarnegara mengemas evaluasi materi melalui games interaktif bertema kepemiluan. Lewat permainan edukatif ini, seluruh siswa tampak ceria dalam menjawab pertanyaan. KPU Banjarnegara berharap, kegiatan ini meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif kelompok disabilitas pada pemilu mendatang.
Kepala SLB Negeri Banjarnegara, Antono Aribowo menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Banjarnegara. Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam memberikan edukasi kepemiluan yang setara bagi seluruh anak bangsa. "Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KPU Banjarnegara yang telah menyelenggarakan acara ini. Ini adalah bentuk edukasi kepemiluan yang sangat berharga bagi siswa-siswi kami di SLB Negeri Banjarnegara agar mereka memahami hak dan perannya sebagai warga negara," ujar Antono.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinkominfo Kabupaten Banjarnegara, Sagiyo, S.IP., menekankan pentingnya kesetaraan dalam berdemokrasi. Menurutnya, di Indonesia tidak dikenal warga negara kelas dua. Artinya, semua harus diperlakukan sama dam setara. "Tidak ada pembedaan. Teman-teman di sini juga memiliki hak suara yang sama pentingnya untuk masa depan Indonesia," tegas Sagiyo saat memberikan sambutan.